0Shares

Bogor (Humas Kemenag Konawe)— Pusdiklat Tenaga Administrasi Balitbang Diklat Kementerian Agama melaksanakan Program Kemitraan dengan Anggota DPR RI Komisi 8 mengadakan Pelatihan Penggerak Penguatan Moderasi Beragama dengan Peserta Kepala KUA. Penyuluh, Kepala Madrasah, Guru dan Masyarakat.Kegiatan ini dilaksanakan mulai tanggal 29 Oktober sampai dengan 2 November 2022 di Arch Hotel Kota Bogor Jawa Barat.

Pembukaan Pelatihan Penggerak Penguatan Moderasi Beragama dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi 8 DPR RI Diah Pitaloka, Kepala Pusdiklat Tenaga Administrasi H. Syafi’i, Kepala Bidang Pendidikan Agama Islam Kanwil Provinsi H. Hanif Hanafi, dan Kepala Kemenag Kota Bogor Dede. S. Sabtu (29/10/2022)

Kepala Pusdiklat Tenaga Administrasi Syafi’i mengawali sambutannya mengatakan bahwa pelaksanaan Pelatihan ini bersama Kemitraan Kanwil Provinsi, PTKN/ PTKIN. Pelatihan moderasi beragama harus dilakukan secara serentak dan sistematis dalam satuan kerja, pelatihan moderasi beragama ini mulai dari Pejabat eselon I, II dan III serta telah banyak menghasilkan para alumni, “ujar Kapus Syafi’i.

Menurut Kapus Syafi’i, pelatihan moderasi beragama adalah pilihan yang terbaik dilakukan untuk menjaga NKRI atau keragaman kita, karna Indonesia merupakan negara yang beragam multi sejak dulu yang memiliki keanekaragaman suku, adat-istiadat dan agama.

“Dengan dasar Pancasila sebagai dasar untuk mempererat keragaman dibutuhkan sikap toleransi dan sikap menghargai, menghormati, mengakui sweta memberikan hak-hak, dengan demikian sikap toleransi sangat dibutuhkan dalam bersikap dan berpikir dengan prilaku yang moderat dengan tidak mengambil jalan yang ekstrim, guna membangun Indonesia kedepan serta menjaga keragaman dan keutuhan NKRI” Tegasnya.

Lebih lanjut, Kapus Syafi’i mengatakan tujuan daripada pelatihan kepada peserta moderasi beragama agar bisa memberi diseminasi kepada masyarakat dalam lingkup sekecil apapun guna menyebarluaskan ide-ide atau gagasan-gagasan moderasi beragama sehingga memiliki cara pandang yang moderat.”ujarnya.

Pada kesempatan yang sama wakil komisi 8 Diah Pitaloka mengatakan bahwa membangun moderasi beragama bisa dilakukan dalam Internal Kementerian Agama yang menjadi aktor dengan harapan bisa meluas dalam berbagai nilai moderasi beragama yang beragam dengan pemahaman yang berbeda dan interaksi yang berbeda pula.

” Penomena saat ini jika diperhatikan dengan kehadiran Internet, media sosial atau virtual dengan cenderung mencari informasi yang kita suka atau yang kita dekat biasanya cenderung informasi didapatkan seragam yang diserap, ini bisa mempengaruhi dari informasi yang didapatkan tanpa dialog bisa membangun pemahaman dan menganggap itu semua benar.

“Inilah salah satu problem bagaimana menguatnya intoleransi bisa mempengaruhi oleh dinamika politik, sehingga kehidupan sosial agama Terikotomi dalam sosial politik, sangat penting peran Kementerian Agama, Tokoh agama, okoh masyarakat untuk membangun narasi moderasi dalam kehidupan beragama dan menjadi nilai dasar yang hidup dimasyarakat dan merupakan salah satu tantangan, “ungkapnya.

Lebih lanjut Diah Pitaloka mengatakan Kementerian Agama mencoba membangun kembali penguatan moderasi beragama ditengah masyarakat melalui baik struktur atau fungsional, tokoh-tokoh pendekatan pendidikan, pendekatan dakwah dan pendekatan budaya untuk menjaga persatuan dan nilai kebinekaan bangsa kita.”ujarnya

5 hari kedepan pelatihan ini juga selain diisi oleh fasilitator internal Pusdiklat Tenaga administrasi dan instruktur nasional pokja moderasi beragama, juga akan di isi oleh beberapa narasumbar pakar seperti kepala pusat Kerukunan Umat Beragama, wawan Djunaidi, KH Lukmah Hakim Saefudin (LHS) sang penggagan moderasi beragama, dan wakil rektor UIN Jogja, KH. Sahiron

#sumber : Jubaidah

dokumenrasi : Jubaidah

0Shares
Jumarlina, S.HI., M.H

By Jumarlina, S.HI., M.H

Seorang Penulis Web pada Humas Kemenag Kab. Konawe